[Fan Fiction] Be My Girlfriend

Lee’s here!
Author balik lagi sama ff baru. Ff ini juga author bikin buat temen. Comment ya πŸ™‚

———————————————————–
Cast :
– Nam Min Seo as you
– Cha Seon Woo (Baro) as himself

Β« Nam Min Seo POV Β»

“@BARO920905 I hate u”

Aku menutup account twitterku dan mematikan laptop. Aku kesal pada sahabatku, Seon Woo. Mengapa ia bisa dengan mudahnya melupakan janjinya. Hari ini adalah hari ulang tahun terburuk dalam hidupku.

Β« Author’s POV Β»

Pagi itu, suara ketukan terdengar dari kaca jendela Min Seo. Ia yang masih dalam alam mimpinya terbangun mendengar suara ketukan itu.

“Min Seo-a! Buka!”, teriak Seon Woo sambil terus mengetuk kaca jendela.

“Tidak mau! Kau menyebalkan!”, balas Min Seo dengan mata setengah tertutup.

“Buka! Mianhae, Min Seo-a!”

“Andwae! Kau pembohong! Aku mau tidur! Jangan ganggu aku lagi!”

Seon Woo menyerah, ia pun kembail ke rumahnya yang tepat berada di samping rumah Min Seo. Min Seo bangun dari tempat tidur karena tidak lagi mendengar ketukan pada jendela, yang menandakan bahwa sahabatnya itu telah menyerah. Ia berjalan ke arah jendela, Min Seo melihat kertas tertempel di jendela. Ia yakin Seon Woo lah yang menempelkannya. Ia membuka jendela dan mengambil kertas yang terlipat rapi itu.

“Pergilah ke tempat ini.”, Min Seo membaca pesan sambil memerhatikan peta sederhana di kertas itu.

“Apa-apaan sih bocah itu?”, ucapnya sambil melempar kertas itu ke atas tempat tidur.

Tapi, ia mengambil kertas itu lagi. Ia penasaran. Dengan segera ia mandi dan berpamitan. Ia pergi menuju tempat yang ditunjukkan peta itu. Peta itu membawanya ke sebuah kafe. Ia masuk dan langsung disambut oleh seorang pelayan.

“Nam Min Seo-ssi? Silahkan duduk disini.”, ucap pelayan itu sambil menarik sebuah kursi kayu di dekat jendela.

“Ah, ne. Kamsahamnida.”

Min Seo bingung, darimana pelayan itu tahu namanya? Sibuk dengan pikirannya. Ia tidak sadar, seorang pelayan dengan segelas minuman datang menghampirinya.

“Silahkan. Banana Smoothie anda.”, ucap pelayan itu mempersilahkan dengan ramah.

“Kamsahamnida.”

Darimana ia tahu minuman kesukaanku? Pikirnya. Tanpa pikir panjang, ia menghabiskan Smoothienya. Setelah Smoothie itu habis, pelayan yang tadi menyambutnya memberinya sebuah amplop. Ia menatap amplop itu dan membukanya.

“Pergilah ke tempat dimana aku dan kau sering makan bersama

– Seon Woo -”

Seperti yang sudah ia duga, semua ini adalah bagian dari rencana Seon Woo. Ia melangkah menuju restaurant langganannya dan Seon Woo. Sesampainya disana, ia kembali disambut oleh seorang pelayan dan mempersilahkannya duduk di salah satu kursi. Pelayan lainnya datang dan membawakan makanan.

“Japchae anda.”

Ia meletakkan sepiring mie bening seperti soun, namun lebih kenyal, yang ditumis bersama sayur-sayuran. Min Seo tidak sabar untuk melahap makanan kesukaannya yang satu ini.

“Ne. Kamsahamnida.”

Min Seo mulai menikmati permainan yang disusun oleh Seon Woo ini. Setelah ia menyantap japchaenya, ia berjalan keluar dari restaurant. Tepat saat ia membuka pintu, seorang pelayan memanggilnya.

“Agasshi! Berjalanlah lurus ke kiri ya! Kejutan menantimu!”, teriaknya.

“Ne!”, balas Min Seo tidak sabar mengetahui kejutan apa lagi yang akan diberikan Seon Woo. Ia keluar dan berjalan lurus ke kiri. Saat melewati toko bunga, ia dipanggil oleh seorang laki-laki yang berumur di bawah Min Seo. Sepertinya ia bekerja di toko bunga itu.

“Noona! Ada bunga untukmu.”, ia mengambil seikat bunga yang indah dan memberikannya pada Min Seo.

“Kamsahamnida!”

Min Seo berjalan lagi sambil menghirup wangi buket bunga yang dipegangnya. Ia menyadari ada sebuah gulungan kertas yang diikatkan di salah satu bunga. Ia mengambilnya dan membacanya.

“Datanglah ke taman di depan coffee shop langganan kita. I’ll waiting for u πŸ™‚

-Seon Woo-”

Min Seo tersenyum membaca surat itu. Ia melangkahkan kakinya menuju taman yang berada di depan tempat yang sudah menjadi langganannya dan Seon Woo. Di tengah-tengah perjalanannya ke taman, seseorang memanggilnya.

“Agasshi! Ada boneka titipan dari Seon Woo!”

Seorang kakek-kakek berumur 60-an berjalan ke arah Min Seo sambil membawa sebuah Teddy Bear besar berwarna cokelat susu. Lucu sekali, pikir Min Seo.

“Kamsahamnida!”, ucap Min Seo sambil membungkukkan tubuhnya.

“Ne. Cheonman.”

Min Seo melanjutkan berjalan. Tanpa sadar, ia sudah sampai di taman itu. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan mencari-cari Seon Woo.

“Min Seo-a! Aku disini!”

Sebuah teriakan membuatnya menoleh pada pemilik teriakan tersebut. Seon Woo sedang duduk di atas sebuah ayunan dan tersenyum ke arah Min Seo. Min Seo berlari-lari kecil menghampiri Seon Woo. Ia duduk di ayunan di sebelah Seon Woo.

“Jinjjayo! Apa yang kau lakukan!”, ucap Min Seo setengah berteriak dengan wajah tersipu-sipu.

“Ah.. Mianhae Min Seo-a. Kemarin aku terlalu sibuk membuat MV untuk lagu baru B1A4. Mianhae. Jeongmal Mianhae.”, ucapnya dengan wajah bersalah.

“Kau selalu sibuk setelah kau bergabung dengan B1A4.”, ucap Min Seo pura-pura cemberut.

“Mianhae. Aku berjanji aku akan meluangkan waktuku untuk menemuimu. Aku berjanji aku akan selalu menepati janjiku. Aku berjanji aku akan selalu ada untukmu.”

Min Seo tidak kuat menahan tawa. Ia tertawa keras. Sedangkan Seon Woo menatapnya bingung.

“Kau tidak perlu merasa bersalah. Lagian, aku senang akan kejutan” mu yang sangat tidak terduga itu. Semua kekesalanku kemarin terbayarkan. Gomawo.”, ucap Min Seo sambil tersenyum.

“Jeongmalyo?”, tanya Seon Woo tidak percaya.

“Ne.”, ucap Min Seo sambil mengangguk.

“Ah! Aku punya kejutan terakhir untukmu! Tutup matamu!”, ucap Seon Woo dengan semangat.

Min Seo menutup matanya. Seon Woo memasangkan headset ke kepala Min Seo. Ipod nya memutarkan lagu “Jay Park – Girlfriend”.

“Just be my girlfriend my girlfriend my girlfriend my girl

Be my girlfriend my girlfriend my girlfriend my girl

λ‚˜λž‘ μ‚¬κ²¨μ€„λž˜ λ„ˆλž‘ ν–‰λ³΅ν• λž˜”

Min Seo melihat ke belakang, menatap Seon Woo tidak percaya.

“Min Seo-a. Maukah kau menjadi nae yeojachingu?”, tanya Seon Woo sambil berlutut di depan Min Seo.

Min Seo terdiam beberapa saat, tidak percaya akan semua yang terjadi.

“Ne.”, Min Seo menjawab dengan wajah memerah.

Seon Woo tiba-tiba berdiri dan berteriak senang. Min Seo hampir saja jatuh dari ayunan karena kaget. Setelah selesai dengan selebrasinya, Seon Woo mengeluarkan kotak kecil berbentuk persegi berwarna cokelat yang berpita putih.

“Bukalah.”, kata Seon Woo pada Min Seo yang menerima kotak itu.

Min Seo membuka kotak itu dan mendapati sebuah cincin yang di bagian dalamnya bertuliskan Seon Woo – Min Seo dan tanggal hari itu.

“Bagus kan? Biar kupasangkan untukmu.”

Seon Woo meraih tangan kiri Min Seo dan menyematkan cincin itu ke jari manisnya.

“Kajja! Ayo kita pulang, nae yeojachingu.”, ucap Seon Woo senang.

“Ne!”, ucap Min Seo tidak kalah senang.

Mereka berdua berjalan pulang dengan bergandengan tangan. Memang bukan hal yang aneh bagi mereka untuk bergandengan tangan. Namun, mereka sekarang bergandengan bukan lagi sebagai sepasang sahabat, namun sebagai sepasang kekasih.

Advertisements