[Fan Fiction] Love Maze : Pendahuluan + Prolog (Park Yun Mi POV)

Annyeong ~

Fanfic ini adalah fanfic kolaborasi dari 3 author disini.

Jadi, POV (Point of view / Sudut pandang) nya ada 3 :

– Lee Min Young

– Kim Jae Rin

– Park Yun Mi

Mungkin awal” nya bakalan agak sedikit membingungkan, tapi lama” nggak kq.

Oya! Don’t be a silent reader, okay?

Tinggalkan jejak kalian disini hehehe. Comment ya!

Kamsahamnida~

~

Title : Love Maze

Cast :

– Lee Min Young

– Kim Jae Rin

– Park Yun Mi

– Jo Kwang Min

– Choi Jun Hong (Zelo)

– Lee Byung Hun (L. Joe)

– Nam Woo Hyun

– Lee Tae Min

– Noh Min Woo

Rate : 15G

Genre : Comedy Romance

FOREWORD : “Follow your heart… Just choose the one who loves you the way you are.”

Park Yun Mi POV

Prolog

Prolog

Aku duduk di kafe, sesekali melirik ke arah handphoneku, berharap ada SMS yang masuk. Aku melihat ke jam di dinding kafe, sudah jam 9 malam. Aku tidak dapat menunggu lebih lama lagi, kubuka pintu kafe dan berjalan menyusuri jalan menuju rumah.

Selesai mandi, aku masuk ke kamar dan membanting tubuhku ke kasur. Tidak berapa lama, handphoneku berbunyi, layar handphone menampilkan sebuah nama. Nama namja1 yang kucintai, kusayangi, namun sepertinya perasaanku tidak berbalas. Aku mengacuhkan handphoneku yang terus berbunyi.

Hari ini, tepat 1 tahun kami berpacaran. Hubungan kami pada awalnya berjalan lancar, namun akhir-akhir ini aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganggu hubungan kami. Tapi, aku tidak tahu apakah aku siap untuk tidak lagi berada di dekatnya. Sejujurnya aku sangat takut kehilangan seseorang yang sangat aku cintai.

Aku meraih handphoneku, 5 SMS dan 1 missed call. Aku membuka satu persatu SMS. Semua SMS yang kuterima berasal dari Minwoo, semua SMSnya berisi tentang permintaan maafnya karena tidak bisa datang ke kafe untuk merayakan 1 tahun hari jadi kami. Aku mengerti, ia memang sibuk akhir-akhir ini karena ia adalah anggota salah satu boyband yang baru saja debut. Tapi, tidak adakah waktunya sedikitpun hanya untuk merayakan sesuatu yang penting bagi semua pasangan ? Aku mencoba bersabar dan berpikir positif. Mungkin aku harus memberinya kesempatan. Aku menekan tombol call untuk meneleponnya.

Minwoo               :               “Jagiya2 ! Jeongmal mianhaeyo3 ! Maaf aku tidak bisa datang ke kafe. Tolong jangan marah. Jebal4 !”

Yunmi                   :               “…Ne5. Tidak apa-apa. Aku tidak marah.”

Minwoo               :               “Jinjja6? Gomawo jagi7. Oh iya, aku tutup dulu ya. Annyeong8.”

Aku hanya bisa menghela napas. Aku mematikan handphone dan beranjak ke atas kasur. Aku menutup mata, terbang ke alam mimpi.

~

Mini Dictionary

1. Namja : Laki-laki

2. Jagiya : Sayang

3. Jeongmal mianhaeyo : Maaf sekali / benar-benar minta maaf

4. Jebal : Tolong

5. Ne : Iya

6. Jinjja : Benarkah

7. Gomawo jagi : Terimakasih sayang

8. Annyeong : Sampai jumpa

~

Comment please 🙂

Advertisements

[Fan Fiction] Be My Girlfriend

Lee’s here!
Author balik lagi sama ff baru. Ff ini juga author bikin buat temen. Comment ya 🙂

———————————————————–
Cast :
– Nam Min Seo as you
– Cha Seon Woo (Baro) as himself

« Nam Min Seo POV »

“@BARO920905 I hate u”

Aku menutup account twitterku dan mematikan laptop. Aku kesal pada sahabatku, Seon Woo. Mengapa ia bisa dengan mudahnya melupakan janjinya. Hari ini adalah hari ulang tahun terburuk dalam hidupku.

« Author’s POV »

Pagi itu, suara ketukan terdengar dari kaca jendela Min Seo. Ia yang masih dalam alam mimpinya terbangun mendengar suara ketukan itu.

“Min Seo-a! Buka!”, teriak Seon Woo sambil terus mengetuk kaca jendela.

“Tidak mau! Kau menyebalkan!”, balas Min Seo dengan mata setengah tertutup.

“Buka! Mianhae, Min Seo-a!”

“Andwae! Kau pembohong! Aku mau tidur! Jangan ganggu aku lagi!”

Seon Woo menyerah, ia pun kembail ke rumahnya yang tepat berada di samping rumah Min Seo. Min Seo bangun dari tempat tidur karena tidak lagi mendengar ketukan pada jendela, yang menandakan bahwa sahabatnya itu telah menyerah. Ia berjalan ke arah jendela, Min Seo melihat kertas tertempel di jendela. Ia yakin Seon Woo lah yang menempelkannya. Ia membuka jendela dan mengambil kertas yang terlipat rapi itu.

“Pergilah ke tempat ini.”, Min Seo membaca pesan sambil memerhatikan peta sederhana di kertas itu.

“Apa-apaan sih bocah itu?”, ucapnya sambil melempar kertas itu ke atas tempat tidur.

Tapi, ia mengambil kertas itu lagi. Ia penasaran. Dengan segera ia mandi dan berpamitan. Ia pergi menuju tempat yang ditunjukkan peta itu. Peta itu membawanya ke sebuah kafe. Ia masuk dan langsung disambut oleh seorang pelayan.

“Nam Min Seo-ssi? Silahkan duduk disini.”, ucap pelayan itu sambil menarik sebuah kursi kayu di dekat jendela.

“Ah, ne. Kamsahamnida.”

Min Seo bingung, darimana pelayan itu tahu namanya? Sibuk dengan pikirannya. Ia tidak sadar, seorang pelayan dengan segelas minuman datang menghampirinya.

“Silahkan. Banana Smoothie anda.”, ucap pelayan itu mempersilahkan dengan ramah.

“Kamsahamnida.”

Darimana ia tahu minuman kesukaanku? Pikirnya. Tanpa pikir panjang, ia menghabiskan Smoothienya. Setelah Smoothie itu habis, pelayan yang tadi menyambutnya memberinya sebuah amplop. Ia menatap amplop itu dan membukanya.

“Pergilah ke tempat dimana aku dan kau sering makan bersama

– Seon Woo -”

Seperti yang sudah ia duga, semua ini adalah bagian dari rencana Seon Woo. Ia melangkah menuju restaurant langganannya dan Seon Woo. Sesampainya disana, ia kembali disambut oleh seorang pelayan dan mempersilahkannya duduk di salah satu kursi. Pelayan lainnya datang dan membawakan makanan.

“Japchae anda.”

Ia meletakkan sepiring mie bening seperti soun, namun lebih kenyal, yang ditumis bersama sayur-sayuran. Min Seo tidak sabar untuk melahap makanan kesukaannya yang satu ini.

“Ne. Kamsahamnida.”

Min Seo mulai menikmati permainan yang disusun oleh Seon Woo ini. Setelah ia menyantap japchaenya, ia berjalan keluar dari restaurant. Tepat saat ia membuka pintu, seorang pelayan memanggilnya.

“Agasshi! Berjalanlah lurus ke kiri ya! Kejutan menantimu!”, teriaknya.

“Ne!”, balas Min Seo tidak sabar mengetahui kejutan apa lagi yang akan diberikan Seon Woo. Ia keluar dan berjalan lurus ke kiri. Saat melewati toko bunga, ia dipanggil oleh seorang laki-laki yang berumur di bawah Min Seo. Sepertinya ia bekerja di toko bunga itu.

“Noona! Ada bunga untukmu.”, ia mengambil seikat bunga yang indah dan memberikannya pada Min Seo.

“Kamsahamnida!”

Min Seo berjalan lagi sambil menghirup wangi buket bunga yang dipegangnya. Ia menyadari ada sebuah gulungan kertas yang diikatkan di salah satu bunga. Ia mengambilnya dan membacanya.

“Datanglah ke taman di depan coffee shop langganan kita. I’ll waiting for u 🙂

-Seon Woo-”

Min Seo tersenyum membaca surat itu. Ia melangkahkan kakinya menuju taman yang berada di depan tempat yang sudah menjadi langganannya dan Seon Woo. Di tengah-tengah perjalanannya ke taman, seseorang memanggilnya.

“Agasshi! Ada boneka titipan dari Seon Woo!”

Seorang kakek-kakek berumur 60-an berjalan ke arah Min Seo sambil membawa sebuah Teddy Bear besar berwarna cokelat susu. Lucu sekali, pikir Min Seo.

“Kamsahamnida!”, ucap Min Seo sambil membungkukkan tubuhnya.

“Ne. Cheonman.”

Min Seo melanjutkan berjalan. Tanpa sadar, ia sudah sampai di taman itu. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan mencari-cari Seon Woo.

“Min Seo-a! Aku disini!”

Sebuah teriakan membuatnya menoleh pada pemilik teriakan tersebut. Seon Woo sedang duduk di atas sebuah ayunan dan tersenyum ke arah Min Seo. Min Seo berlari-lari kecil menghampiri Seon Woo. Ia duduk di ayunan di sebelah Seon Woo.

“Jinjjayo! Apa yang kau lakukan!”, ucap Min Seo setengah berteriak dengan wajah tersipu-sipu.

“Ah.. Mianhae Min Seo-a. Kemarin aku terlalu sibuk membuat MV untuk lagu baru B1A4. Mianhae. Jeongmal Mianhae.”, ucapnya dengan wajah bersalah.

“Kau selalu sibuk setelah kau bergabung dengan B1A4.”, ucap Min Seo pura-pura cemberut.

“Mianhae. Aku berjanji aku akan meluangkan waktuku untuk menemuimu. Aku berjanji aku akan selalu menepati janjiku. Aku berjanji aku akan selalu ada untukmu.”

Min Seo tidak kuat menahan tawa. Ia tertawa keras. Sedangkan Seon Woo menatapnya bingung.

“Kau tidak perlu merasa bersalah. Lagian, aku senang akan kejutan” mu yang sangat tidak terduga itu. Semua kekesalanku kemarin terbayarkan. Gomawo.”, ucap Min Seo sambil tersenyum.

“Jeongmalyo?”, tanya Seon Woo tidak percaya.

“Ne.”, ucap Min Seo sambil mengangguk.

“Ah! Aku punya kejutan terakhir untukmu! Tutup matamu!”, ucap Seon Woo dengan semangat.

Min Seo menutup matanya. Seon Woo memasangkan headset ke kepala Min Seo. Ipod nya memutarkan lagu “Jay Park – Girlfriend”.

“Just be my girlfriend my girlfriend my girlfriend my girl

Be my girlfriend my girlfriend my girlfriend my girl

나랑 사겨줄래 너랑 행복할래”

Min Seo melihat ke belakang, menatap Seon Woo tidak percaya.

“Min Seo-a. Maukah kau menjadi nae yeojachingu?”, tanya Seon Woo sambil berlutut di depan Min Seo.

Min Seo terdiam beberapa saat, tidak percaya akan semua yang terjadi.

“Ne.”, Min Seo menjawab dengan wajah memerah.

Seon Woo tiba-tiba berdiri dan berteriak senang. Min Seo hampir saja jatuh dari ayunan karena kaget. Setelah selesai dengan selebrasinya, Seon Woo mengeluarkan kotak kecil berbentuk persegi berwarna cokelat yang berpita putih.

“Bukalah.”, kata Seon Woo pada Min Seo yang menerima kotak itu.

Min Seo membuka kotak itu dan mendapati sebuah cincin yang di bagian dalamnya bertuliskan Seon Woo – Min Seo dan tanggal hari itu.

“Bagus kan? Biar kupasangkan untukmu.”

Seon Woo meraih tangan kiri Min Seo dan menyematkan cincin itu ke jari manisnya.

“Kajja! Ayo kita pulang, nae yeojachingu.”, ucap Seon Woo senang.

“Ne!”, ucap Min Seo tidak kalah senang.

Mereka berdua berjalan pulang dengan bergandengan tangan. Memang bukan hal yang aneh bagi mereka untuk bergandengan tangan. Namun, mereka sekarang bergandengan bukan lagi sebagai sepasang sahabat, namun sebagai sepasang kekasih.

[FF] Find My True Angel

Annyeonghaseyo! Author MelChan bawa ff lagi nih! Check out ya! Don’t be silent readers please :p

Find My True Angel

Cast : – You as Han Song Rim

–  Teen Top’s L.Joe as himself

–  Teen Top member

 

Genre : Romance

 

———————————————————————–

 

Author’s POV

Suasana pagi sebuah kelas di Kirin Art High School benar-benar ribut.

Smua anak perempuan di kelas itu ribut membicarakan beberapa namja yang akan bersekolah disitu.

 

“Ya! Kau tahu? 3 orang member Teen Top akan bersekolah disini!” kata seorang yeoja pada teman-temannya.

 

“Apa?! Yang benar? Waaaaah! Aku ga nyangka kalo ada idol yang mau sekolah di sini!” teriak salah satu yeoja.

 

“Katanya Chunji oppa, L.Joe oppa, dan Niel-ssi yang akan bersekolah di sini.” Kata salah seorang yeoja lain.

 

“Benar-benar. Ricky dan Changjo masih SMP. Mereka pasti sekolah di tempat lain. Kalau CAP oppa bagaimana?” kata yeoja lain.

 

“Wah, ga tau tuh.” Kata seorang yeoja lagi.

 

Mereka sibuk membicarakan anggota Teen Top yang akan bersekolah disitu.

Tiba-tiba, seorang yeoja lain masuk kelas.

 

“Hey, ada apa ini ribut-ribut?” tanya Song Rim.

 

Han Song Rim adalah Inspirit sejati alias fans Infinite. Dia tidak suka hal-hal yang berbau Teen Top.

Menurutnya, Teen Top adalah saingan Infinite.

 

“Ya, Song Rim. Kau tahu? Ada idol yang bakal sekolah disini!’ teriak Hye Ri, teman baiknya.

 

“Hah?! Siapa? Aku harap anggota Infinite! Sungjong juga tidak apa-apa.” Kata Song Rim sambil melipat tangannya, berdoa.

 

“Aish! Bukan! Tapi anggota Teen Top!” kata Hye Ri lagi.

 

“Mwo?! Teen Top?!” teriak Song Rim.

 

 

Song Rim’s POV

Aaaaaaaaa! Aku benci Teen Top!

Lihat saja mereka? Keren apanya?

Kenapa smua temanku suka sama mereka? Infinite lebih keren!

Cih! Dasar Teen Top! Menyebalkan!

 

Sementara itu, L.Joe, Chunji, dan Niel sudah sampai di Kirin Art High School…….

 

L.Joe’s POV

Ah~ Hari ini aku, Chunji, dan Niel akan sekolah di tempat ini.

 

“Chunji, kau dan aku sekelas kan?” tanyaku pada Chunji.

 

“Ne. Kata manajer hyung, kita sekelas. Niel, kau cari kelasmu duluan sana!” kata Chunji.

 

“Ne, hyung. Pulang sekolah nanti, aku telepon ya! Annyeong, hyung!” kata Niel.

 

“Ne. Belajar yang benar! Jangan tidur!” kataku.

 

“Chunji-ah, sekarang kita juga harus cari kelas.” Kataku.

 

“Ah, maja. Kita tanya siapa ya? Kelas kita di 12-5.” Kata Chunji.

 

“Ah! Kita tanya saja ke yeoja itu. Yang sedang duduk di dekat air mancur.”

 

“Ah, ne.”

 

“Jogiyo, apa kau tahu kelas 12-5 dimana?” tanyaku pada yeoja itu.

 

“12-5? Itu kelasku. Eh, jamkan. Kalian anggota Teen Top ‘kan” kata Song Rim.

 

“Ne, maja. Kau mau antar kami kan? Untuk kau sekelas dengan kami!” kata Chunji senang.

 

“Mwo? Kalian cari saja sendiri. Cih! Teen Top. Menyebalkan.”

 

Apa? Menyebalkan? Aneh sekali . Yeoja yang satu ini berbeda dari yang lain.

Hmmm. Menarik.

“Ya~ Siapa namamu? Kamu ini lucu, tapi kok galak sih?” kata Chunji, tangannya mau mengacak-ngacak rambut yeoja itu.

 

Tsk. Dia mulai menggunakan jurusnya. Aku berani bertaruh, itu tidak akan berhasil pada yeoja yang satu ini.

 

“Apa-apaan sih?” yeoja itu menepis tangan Chunji.

 

Lihat? Yeoja ini berbeda.

 

“Mianhae?” kata ku.

 

“Han Song Rim. Namaku, Han Song Rim.” Yeoja itu pergi.

 

Ohhhh. Jadi namanya Song Rim.

 

 

Author’s POV

L.Joe dan Chunji masuk ke kelas 12-5.

 

“Hari ini kita kedatangan murid baru. Kalian pasti sudah tahu siapa mereka. Silahkan Lee Byunghun dan Chunji masuk kelas.” Kata Hwang Sonsaengnim.

 

Ketika Chunji dan L.Joe masuk, suasana kelas langsung ribut. Yeojadeul berteriak sekencang mungkin memanggil nama mereka. #kaya fanmeeting

 

“Tenang dulu anak2! Biar mereka memperkenalkan diri dulu.” Kata Hwang sonsaeng.

 

“Ah! Tidak usah, saem. Yeojadeul di kelas ini pasti sudah tau semua.” Kata seorang murid namja.

 

“Tapi perkenalan diri itu udah jadi tradisi kita semua, anak-anak.” Kata Hwang saem.

 

L.Joe dan Chunji hanya tertawa.

 

Han Song Rim hanya mencibir melihat kelakuan teman-temannya terhadap L.Joe dan Chunji.

 

Setelah L.joe dan Chunji memperkenalkan diri mereka, Hwang saem menyuruh mereka memilih tempat duduk.

 

“Oppa! Disini saja! Oppa!” kata salah satu yeoja.

 

Tanpa pikir panjang, Chunji langsung duduk di sebelah yeoja itu.

Yeoja lain cemburu.

 

Sekarang L.Joe melihat seluruh tempat duduk yang ada di kelas itu.

 

“L.Joe oppa! Di sini aja! Disini!”

 

“Andwe! Oppa! Di sini!”

 

Smua yeoja saling berteriak kecuali Song Rim.

 

L.Joe teringat Song Rim. Lalu dia mencari dimana Song Rim duduk.

 

L.Joe’s POV

Ah! Itu dia! Han Song Rim. Ternyata duduk di pojok belakang sebelah kiri.

 

Song Rim’s POV

Oh? Kenapa namja blonde itu berjalan ke arah sini?

Jangan bilang kalau dia mau duduk di sini?

 

“Annyeonghaseyo!” kata L.Joe.

 

“Annyeonghaseyo.” Jawabku terpaksa.

 

“Oke! L.Joe dan Chunji sudah memilih tempat duduk. Silahkan kalian kenalan satu sama lain. Setelah itu, focus ke pelajaran! Kita akan melanjutkan pembahasan mengenai sej………” jelas Hwang saem pjg lebar.

 

“Pssst!” L.Joe berusaha memanggilku.

 

Ada apa dgn anak ini? Baru masuk sekolah seharusnya dia mengejar  pelajara yang ketinggalan!

 

“Song Rim-ssi!” dia tetap memanggilku.

 

“Mwo?” kataku cuek.

 

“Kau masih ingat aku kan?” katanya sambil senyum.

 

“Nugu?” kataku. Sebenarnya aku tahu siapa dia, dia yang tadi nanya kelas.

 

“Ah? Lupa ya? Oke. Kita kenalan lagi. Annyeonghaseyo! L.Joe imnida.” Katanya.

 

“Tsk.”

 

“Aaaa! Ayo! Kenalan lagi!”

 

Cih! Dia mulai pakai aegyo.

 

“Bukannya kau sudah tahu namaku? Kenapa nanya lagi?” tanyaku sinis.

 

“Aaah. Maja. Mianhae.” Katanya pura-pura sedih.

 

Aish! Kenapa dia harus pakai aegyo sih?! Aku paling tidak tahan pada namja yang suka pakai aegyo!

Jadi inget sm L oppa! Kyaaa~ Infinite T___T

 

Author’s POV

 

Selama sekolah, L.Joe selalu berusaha membuat Song Rim suka padanya.

 

Tapi ternyata sulit.

 

Song Rim selalu menghindar, kalaupun diajak bicara juga pasti dijawab dengan sinis.

 

L.Joe berpikir kalau sebaiknya dia sedikit menjauhi Song Rim.

 

L.Joe ingin tahu apa Song Rim merasa kehilangan atau tidak.

 

Song Rim’s POV

Sudah 1 minggu, si blonde tidak menggangguku lagi.

 

Sudah mulai menyerah ternyata.

Oh? Tapi kenapa aku merasa aneh ya?

 

Kaya ada 1 bagian yang hilang.

 

Ani..ani! Kau tidak boleh suka sm L.Joe, Han Song Rim!

 

Andwe!!!

 

Author’s POV

3 minggu pun berlalu….

 

L.Joe dan Song Rim jarang ngobrol lagi.

 

Di kelas pun mereka hanya diam.

 

Song Rim semakin merasa kehilangan.

 

Biasanya L.Joe selalu ribut kalau di dekat Song Rim. L.Joe selalu mengganggu Song Rim, mengikuti kemanapun Song Rim pergi.

 

Song Rim’s POV

Aaaaa! Aku tidak tahan! Aku tidak mau mengakui kalau aku mulai suka L.Joe.

 

Tapi….tapi…

Aaaa! Molla!

 

Aku harus bicara pada anak itu.

 

Dimana dia? Ah! Di dekat air mancur.

 

“Ya! L.Joe!”

 

“Eh? Song Rim-ssi?”

 

“Aku harus bicara padamu!”

 

“Silahkan saja. Aku dengarkan.” Kata L.Joe. Tapi dia malah balik membaca buku.

 

Katanya mau dengerin! Tapi malah balik baca buku! Cih! Anak ini! Jeongmal!

 

“Yaaa!!! Dengarkan dulu!” kataku.

 

“Ne, ne. Cepat mau ngomong apa?” katanya sambil menutup buku.

 

“Eh…. Eh…. Itu… Kamu…. Kenapa…. Eh….”

 

“Aku? Wae?” kata L.Joe.

 

“Itu…. Kenapa kamu…. Eh….”

 

Aduuuh! Kenapa malah jadi susah ngmng!

 

“Ehh. Sudahlah! Lupakan saja!”

 

“Eh? Kenapa? Aaaah~ Kamu kangen kan gara-gara udah lama ga ngobrol trus digangguin?”

“Mwo?! Bukan!”

 

Eh, sebenarnya sih, iyaa..

 

L.Joe’s POV

Hahahahahah!

 

Lihat! Lihat!

 

Rencanaku berhasil!!!

 

Dia mulai merasa kehilangan!

 

Sekarang yeoja ini ada di depanku dengan muka merah.

 

Ckckck, kyeopta.

 

Beberapa hari kemudian…

 

Song Rim’s POV

Sudah beberapa hari ini L.Joe tidak masuk.

 

Dia kemana ya?

 

“Ya, Hye Ri-ah. Hari ini Teen Top member kmn? Dr kmrn2 ga masuk.” Tanyaku pada Hye Ri.

 

“Mereka lagi banyak schedule. Katanya mereka mau pergi ke Jepang. Menyedihkan….”

 

Mwo?! Jepang? M-mereka ga bakal sekolah di sini lagi?

 

Aaaa! Eoteokke?

 

Aku belum sempat memberitahu L.Joe kalau aku suka dia.

 

“Hye Ri-ah. Kau mau tidak, sms L.Joe. Tanyakan padanya kapan dia akan berangkat ke Jepang? Trus, kapan pesawatnya berangkat.”

 

“Waaaa! Mau! Selama ini aku mau sms Chunji atau L.Joe, tapi ga tau mau ngomong apa. Hehehe”

 

“Tidak usah banyak ketawa. Cepat tanyakan!”

 

“Ne.. Ne.. Sabar.”

 

2 menit kemudia…

 

“Oh! Katanya berangkat hari ini. Sekarang sudah ada di bandara. Pesawat berangkat jam 2.”

 

“Hari ini?! Jam 2 ?! Sekarang jam berapa?” tanyaku tidak sabar.

 

“Jam stengah 2.”

 

“Mwo?! Hye Ri-ah, aku harus pergi. Kau bilang ke Hwang saem kalo aku sakit jadi aku ijin pulang ke rumah. Arasseo?” kataku.

 

“Mwo? YA!!! HAN SONG RIM!!!! Ya ampun anak itu. Apa yang terjadi?“ kata Hye Ri.

 

Aku langsung menuju gerbang sekolah. Penjaga sekolah tidak mengijinkanku keluar sekolah sebelum jam pulang.

 

Tapi aku beralasan kalau eomma sakit, jadi aku harus segera pulang, untung ahjussi mengijinkan pergi.

 

Aku langsung nyari taksi lalu pergi ke Bandara Incheon.

 

Omo!!! Hampir jam 2!! Ahirnya sampai di Bandara.

 

“Ahjussi, disini saja. Kamsahamnida!” kataku setelah membayar.

 

Dimana L.Joe? Jamkan. Itu terlihat seperti L.Joe.

 

“L.Joe-ah!” aku memanggil Chunji dan mendekat.

 

“Oh? Han Song Rim? Kenapa ada disini? Masih pakai seragam pula.” kata L.Joe.

 

“Omo~ Siapa ini hyung? Yeppeo!” kata Changjo.

 

“Geurae, maja. Yeppeoda. Annyeonghaseyo, noona~ ” Kata Niel.

 

“Ya, Changjo! Niel! Diam!” kata L.Joe.

 

 

L.Joe’s POV

 

“Ada apa, Song Rim-ah?” kataku.

 

“Ehhh.. Bisa bicara berdua saja?” kata Song Rim gugup.

Aku melihat ke sekeliling. Smua member Teen Top sudah melihat kami dengan senyum yang aneh.

 

“Ne. Ayo, kita pergi ke tempat lain.”

 

Aku membawa Song Rim sedikit menjauh dari mereka.

 

“Nah… Sekarang mau ngomong apa?” kataku.

 

Hehehehe Senang rasanya ketemu Song Rim lagi. Tidak bertemu selama beberapa hari saja, rasanya aneh.

 

“Ehhh, begini.. Pertama, mianhae.”

 

“Mianhae?”

 

“Ne. Mianhae. Selama ini aku kasar padamu. Awalnya aku memang membenci Teen Top. Kau tahu, aku fan sejati Infinite. Aku selalu merasa kalau kalian itu saingan Infinite. Karena itu aku benci Teen Top. Tapi setelah aku kenal kau, aku merasa ada hal yang berbeda. Waktu kau mulai menjauhi ku, aku merasa ada 1 bagian yang hilang. Ternyata itu kau, L.Joe-ssi. Aaaaa! Aku ga tahu harus bilang apa lagi.” Kata yeoja itu panjang lebar.

 

Lihat! Lihat! Rencanaku berhasil!!

Dia malu.

Kyeopta!

 

“Hahahahaha” aku tertawa.

 

“Eh? Kenapa malah tertawa?” katanya bingung.

 

“Kau tahu? Selama ini aku berpura-pura menjauhimu karena aku ingin tahu apa kau akan merasa kehilangan atau tidak. Ternyata iya!! Horeeee! Aku tidak bertepuk sebelah tangan!!”

 

“Ya! Ya! Tapi aku kan belum bilang kalau aku suka padamu.” Katanya lagi.

 

“Aku yakin kalau kau suka padaku. Kau suka padaku kan?”

 

“Eh.. Eh… Iya.”

 

“Geurae. I know it.” Aku mengacak-ngacak rambutnya.

 

Dia tersenyum. Pertama kalinya aku melihat senyum Song Rim.

 

“Oya, katanya kau mau ke Jepang? Trus pindah sekolah?” kata Song Rim, terlihat khawatir.

 

“Hahahahah Tentu saja tidak! Kita ke sana cuma mau mengadakan mini concert. Kau ini ada-ada saja.” Kataku.

 

“Oh! Jadi begitu.” Katanya lagi.

 

“Tenang saja. Aku ga akan melirik Angel lain.”

 

“Maksudmu? Angel? Fans mu?”

 

“Ne. Because I have found my true Angel.”

————————————————————————————-

[Fan Fiction] ‘A’ Girl’s Love

Annyeong!

Author Lee here ! Fanfic ini author bikin buat temen author. Hope you like this!

———————————————————–

Title : ‘A’ Girl’s Love
Genre : Romance
Cast :
– You as Kim Hye Soo
– Ok Taecyeon

« Hye Soo POV »

Hujan turun sangat deras. Aku yang sedang berjalan pulang memutuskan untuk berteduh di dalam sebuah minimarket.

“Selamat datang.”, ucap seorang pegawai di minimarket itu.

Aku melesat pergi ke bagian mie instant. Seperti biasa, aku membeli mie instant rasa keju kesukaanku. Mie instant itu hanya tinggal satu di rak.

“Lucky~”, pikirku.

Tiba-tiba, tangan yang berotot menjulur dari sampingku. Ia mengambil mie itu! Ah.. Nasib buruk apa lagi yang menimpaku? Terpaksa aku hanya berbalik dan berjalan keluar minimarket dengan kecewa. Tepat sebelum aku memegang knop pintu, pria itu memanggilku.

“Heii! Agasshi! Ambillah mie ini. Kau mau ini kan?”, ucapnya.

Aku berbalik dengan wajah cerah. Aku berjalan ke arahnya.

“Jeongmalyo?”, tanyaku memastikan.

“Ne.”, jawabnya sambil tersenyum.

Jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Aku melihat ke arah luar, hujan sudah berhenti.

“Ah. Hujannya sudah berhenti, kalau begitu aku pergi dulu. Annyeonghaseyo.”, ucapku.

“Eo. Annyeonghaseyo.”

Saat aku hendak berbalik, aku terpeleset karena lantai yang baru saja di pel.

“Omo! Kau baik-baik saja?”

Pemuda itu menghampiriku sementara aku mengaduh-aduh kesakitan.

“Ne, aku baik-baik saja. Kamsahamnida.”, ucapku berbohong.

Aku membayar mie instantku di kasir, lalu melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Aku hendak melihat jam, aku merogoh saku jaketku. Handphone ku tidak ada di saku! Handphone ku sepertinya terjatuh saat aku terpeleset tadi. Aku segera berlari ke minimarket tadi, tapi handphone ku sudah tidak ada. Sepertinya pemuda tadi mengambilnya. Besok aku harus kesini lagi untuk mencari pemuda itu.

« Taecyeon POV »

Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan kejadian tadi. Gadis itu sungguh lucu. Ia sangat teledor, namun ketelodorannya itulah yang membuatku tertarik padanya. Aku menatap handphone berwarna biru langit yang ia jatuhkan tadi. Aku harus datang lagi ke minimarket tadi untuk mengembalikan ini.

« Author’s POV »

Besoknya, mereka berdua kembali bertemu di tempat yang sama pada waktu yang sama pula.

“Jeogiyo, apakah kau menyimpan handphone ku?”, tanya Hye Soo.

“Ah.. Ne. Tapi aku tidak akan mengembalikannya begitu saja.”, ucap Taecyeon sambil tersenyum jahil.

“Mwo? Apa maksudmu?”

Taecyeon tersenyum lalu tanpa berkata apa-apa, ia menarik tangan Hye Soo keluar minimarket. Mereka berlari menuju sungai Han yang letaknya memang tidak jauh dari minimarket itu.

“Nah! Indah bukan? Sungai Han di malam hari. Ayo duduk!”, ucap Taecyeon riang.

Hye Soo terkesima oleh pemandangan itu. Ia memang tidak pernah melihat bagaimana sungai Han, ternyata memang indah seperti yang diceritakan teman-temannya.

“Ayo duduk! Kau seperti tidak pernah melihat sungai Han saja.”, ucap Taecyeon seperti dapat membaca pikiran Hye Soo.

“Ah.. Ye.”

Mereka terdiam agak lama. Mereka berdua sibuk menikmati keindahan sungai Han.

“Hei! Apakah kau memang pendiam seperti ini? Namamu siapa?”, Taecyeon memecahkan keheningan.

“Ah.. Hye Soo, Kim Hye Soo.”

“Hei, kau tidak menanyakan namaku? Namaku Ok Taecyeon. Hye Soo-ah, berapa umurmu?”

“15 tahun.”

“Kalau begitu, aku lebih tua darimu. Panggil aku oppa ya!”, ucap Taecyeon, ia terlihat sangat senang.

“Ne, oppa.”

“Nah gitu dong. Ah ini handphone mu. Hye Soo-ah, ayo kita bertukar alamat e-mail.”

Hye Soo bertukaran alamat e-mail dengan Taecyeon. Mereka lalu berbincang-bincang, yang kebanyakan didominasi oleh Taecyeon. Hye Soo memang pendiam dan ia tidak begitu nyaman berada di dekat orang yang baru dikenalnya. Tapi, entah mengapa ia merasa nyaman berada di dekat Taecyeon.

“Wah, sudah malam sekali. Sebaiknya kita pulang. Hye Soo-ah, kau pulang dengan siapa?”

“Ah.. Aku pulang sendiri.”

“Pulanglah dengan oppa? Ya?”

“Sebaiknya aku pulang sendiri saja Oppa, annyeong.”

Saat Hye Soo membalikkan badan, ia terjatuh karena tersandung batu. Taecyeon terlihat ingin menahannya, namun terlambat. Hye Soo meringis kesakitan sementara Taecyeon memberikan sapu tangannya.

“Sebaiknya kau pulang denganku.”, ucap Taecyeon dengan nada khawatir.

Hye Soo hanya mengangguk. Taecyeon lalu membopong Hye Soo naik ke atas motornya. Ia pun mengantarkan Hye Soo pulang.

« Taecyeon POV »

Anak itu sangat menarik. Ia sangat teledor, membuat aku ingin melindunginya. Ah, aku lapar. Mungkinkah jika aku pergi ke minimarket aku akan bertemu Hye Soo lagi? Lebih baik aku mengirimkan e-mail padanya terlebih dahulu.

To : Hye Soo
Subject : Minimarket

Hye Soo-ah, oppa kangen padamu. Bisakah kita bertemu di minimarket sekarang?

Tak lama, Hye Soo pun membalas e-mail ku.

From : Hye Soo
Subject : Re : Minimarket

Ah, mianhae oppa. Aku harus ke apotek untuk membeli obat. Lain kali aku berjanji untuk menemuimu 🙂

Aku melangkah dengan kecewa ke arah minimarket. Di tengah perjalanan, aku mendengar suara teriakan yang familier, suara Hye Soo. Aku segera berlari mencari asal suara, ternyata Hye Soo sedang digodai oleh preman-preman itu.

“Lepaskan dia!”

“Siapa kau?”, ucap salah satu preman.

“Aku pacarnya! Lepaskan pacarku!”

“Berani-beraninya kau!”

Preman-preman itu menyerbu Taecyeon. Tapi Taecyeon berhasil menghindar dan mendaratkan pukulannya dengan lihai. Satu-persatu preman jatuh pingsan.

“Hye Soo-ah, gwaenchana?”, ucapku berlari ke arahnya.

Ia tidak berkata apa-apa dan langsung memelukku. Ia terisak. Aku membelai kepalanya lembut.

“Sudah, jangan nangis.”, ucapku menenangkan.

Ia mengangguk dan aku membawanya pulang ke rumahnya.

“Hye Soo-ah! Besok aku ingin bertemu denganmu! Jangan menangis lagi.”, ucapku sambil melambaikan tangan.

Hye Soo mengangguk lalu masuk ke dalam rumahnya.

« Hye Soo POV »

Aku sangat senang hari ini. Taecyeon oppa melindungiku. Kurasa aku jatuh cinta padanya. Aku mengambil handphoneku.

To : Taecyeon Oppa
Subject : Gomawo

Oppa! Gomawo sudah menyelamatkanku. Aku sangat senang. Gomawo

From : Taecyeon Oppa
Subject : Re : Gomawo

Ne, cheonman. Jagalah dirimu baik-baik. Kau itu cantik, jadi banyak yang menggodamu 🙂 Besok kita bertemu di minimarket biasa ya. Jam 9 pagi. Annyeong

Aku tersipu-sipu membaca e-mail itu. Aku merasa ada hal baik yang akan terjadi besok.

« Author’s POV »

Hye Soo berlari terburu-buru keluar. Pagi itu, ia memakai blus putih dengan rok pink salem. Rambutnya diikat satu. Ia terlihat cantik sekali.

“Oppa! Sudah menunggu lama?”

“Ani, waaaa! Neomu yeppeo. Kajja!”

Mereka melesat pergi menuju sebuah game centre.

“Oppa, apakah ini yang ingin kau tunjukkan?”

“Ani.”, jawab Taecyeon singkat.

Ia menarik tangan Hye Soo menuju sebuah mesin pencapit boneka.

“Lihatlah Hye Soo, oppa akan menunjukkan kehebatan oppa.”

Taecyeon mencoba dan terus mencoba. Sementara Hye Soo menontonnya sambil tertawa. Akhirnya, Ia mendapat sebuah boneka panda lengkap dengan topi berbentuk kodok.

“Nah! Akhirnya! Untukmu.”, ucap Taecyeon sambil menyerahkan boneka itu pada Hye Soo.

“Jinjja? Gomawo oppa.”, ucap Hye Soo sambil tersenyum.

Jantung pemuda itu berdesir melihat senyuman Hye Soo. Ia makin yakin dengan keputusannya.

“Nah, ayo kita pergi!”

Taecyeon lagi-lagi menarik tangan Hye Soo dan membawanya ke tepi pantai yang agak jauh dari game centre tadi.

“Hye Soo-ah. Kau tahu? Kau terlihat sangat cantik.”

Hye Soo tersipu malu.

“Ani. Oppa lah yang terlihat keren.”

Tiba-tiba, Taecyeon mendekatkan wajahnya pada wajah Hye Soo. Secara otomatis, Hye Soo menutup matanya. Taecyeon mengecup pipi Hye Soo sekilas.

“Kekekeke. Apa yang kau pikirkan Hye Soo-ah?”

“Yaaaaa! Kau jahat oppa!”, teriak Hye Soo sambil memukul-mukul Taecyeon.

Taecyeon menahan tangan Hye Soo dan menatapnya serius.

“Hye Soo, would you be my girlfriend?”

Hye Soo mematung, memandang Taecyeon dengan pandangan terkejut.

“Ne, aku mau.”, jawab Hye Soo malu-malu.

Taecyeon langsung memeluuk Hye Soo dengan perasaan yang tidak dapat dilukiskan. Hye Soo balas memeluknya dengan sangat senang.

By : Lee

Taemin Fan Fiction by: JackL ^^

Because I’m Stupid

Char:

You as Kim Yun Mi

Lee Taemin

Key

 

Story:

Hari ini adalah hari pertama  aku masuk sekolah setelah kurang lebih sebulan berlibur dan juga merupakan hari dimana aku bertemu dengannya lagi..orang yang telah merubahku..

Orang itu tidak lain adalah Lee Taemin,ketua kelas kami yang tampan dan baik tapi sayang ia telah berubah..tidak ada senyuman dan suara tawaannya lagi yang seperti dulu..

Ini semua terjadi setelah ia suka dengan seorang siswi kelas 11 yang termasuk golongan anak yang bandel,sombong juga tukang membully orang yang berani dengannya,tetapi dulu ia pernah menyukai seorang perempuan mungil yang manis saat penyelamatkannya dari sebuah kecelakaan mobil..waktu itu sedang hujan deras..

Hari pertama masuk sekolah kembali pun dimulai

 

7.30

“Ya!! Yunmi-ah!!!palli” salah 1 temanku yang bernama Key memanggil dan menarik-narikku

“Tenang saja key!! Kita tidak akan telat..kelas di mulai jam 8!! Masih ada 30 menit lagi tau!!”

“Tetap saja!! Aku ingin datang cepat agar dapat memilih tempat duduk yang enak”

“Hanya tempat duduk saja sampe segitunya..Key key..tsk tsk”

“Ayolahhhhhh!!”

“Iya iya..sabar donk..”

 

15 menit kemudian,kami pun sampai di kelas kami..dia dan aku memilih tempat duduk dekat jendela karena disitulah tempat yang paling nyaman apalagi saat pelajaran yang membosankan dimulai.

‘BRAAAAKKKKKK!!!’ Seperti suara barang yang jatuh.

Aku pun langsung melihat ke arah bunyi itu berasal..Lee Taemin..i-ia sedang meninju seseorang!!!

“Ya!! Jangan berani-berani delati dia!!! Mengerti?!”

“Ne..ma-af..tidak akan di ulangi lagi..”

“Ya sudah sana!!” Ia menendang anak yang tadi telah ia pukul itu

“LEE TAEMIN!!! Cepat ke ruangan saya!!” Mr.Kim kepala sekolah kami pun berteriak

 

Taemin’s POV

Sial!! Ketauan si botak!! Grrrr..!!

“Taemin!! Sudah berapa kali saya memanggil kamu??”

“Tau pak”

“Ya!! Jangan kurang ajar sama saya!!”

“…”

“Kamu tau? Nilai2 kamu itu jelek!! Saya rasa kamu butuh tambahan..kamu akan dapat tambahan dengan Kim Yun Min..ia anak yang dapat membantu kamu!!”

“Kim Yun Mi?? Siapa??”

“Dia adalah teman sekelas kamu!! Masa teman sendiri saja tidak tau? Kamu ini ketua kelas kan?!”

“Hmm..iya sih pak..tapi masa saya mau ingat semua nama yang ada di kelas?”

“Harus itu!! Sudahlah mulai hari ini kamu harus ikut tambahan!!”

“Ne..”

 

Yun Mi’s POV

Apa? Ngasih tambahan k-ke Ta-Tae-min??

“Ya!! Kau Yun Mi kan?” Seseorang bertanya,suara itu..LEE TAEMIN!!

“E-eh? Ne”

“Nanti tambahannya di rumah aku aja..gw tunggu pulang sekolah besok di depan gerbang..”

“A..yea..”

 

Skip pelajaran..pulang sekolah di depan gerbang..

Ddrrrtttt..

Unknown number

“Halo?”

“Ya! Cepat masuk mobil yang berwarna hitam di depanmu!”

“Ha?” Aku pun langsung melihat ada mobil hitam yang dikendarai oleh Taemin

“Palli!!”

“Ne!”

 

Di dalam mobil..

Kami berdua diam,ia fokus menyetir sedangkan aku hanya melihat keluar jendela.

Tidak berapa lama kami pun sampai di rumahnya yang cukup besar,kami pun turun dan ia membukakan pintu.

“Kau tunggu saja di ruang tamu dulu”

“Iya..ngomong-ngomong mana orangtua mu?”

“Mereka sudah meninggal 3 taun yang lalu..sudahlah..lupakan”

“O-oh..mian”

“Lupakanlah..ayo ikuti aku..”

 

Author’s POV

Yun Mi pun mengikuti Taemin ke salah satu ruangan

Ruangan itu didominan dengan barang2 berwarna putih dan hitam

“Duduklah di situ,aku akan memanggil pembantuku buat membawakan makanan kecil sama minuman”

“Oke..”

Tak berapa lama kemudian..

“Jadi sekarang mau belajar apa dulu?”

“Mat? Fisika?”

“Mat dulu aja deh..”

“Ok..sekarang kita belajar tentang logaritma..blablablablabla..aaaaa!!!” Tiba2 lampu mati,dan hujan pun mulai membasahi bumi.

“Tae-min shi?? Dimana?”

“Ada di depanmu..”

JDEGERRRRRR!!

Suara petir menyambar pohon membuat Yun Mi berteriak dan teringat kejadian beberapa tahun yang lalu,kejadian yang hampir merenggut nyawanya,ia pun mulai menangis karena teringat hal tersebut.Hujan pun semakin deras dan petir pun mulai menyambar pohon2.

“Yun Mi?? Kau kenapa menangis?”

“A-a-ni..”

“Benar tak papa?”

“…” JEDEGERRRRRR!!!

“Aaaaa!! Eomma”

“Yun Mi??” Taemin pun langsung menarik Yun Mi yang ketakutan ke dalam pelukannya dan mencoba menenangkannya.

“Sshhh..sudahlah..itu hanya petir..tidak usah takut..”

“Ta-tapi..stt..stt..”

“Shh..shhh..aju orae jeon neoreul boatdeon

Geu neukkimeul gieokhe nan

neoreul alatdeon nareul alatdeon

Geu shijeoli saenggakna

neoreul dalmgo shipdeon eouligo shipdeon

Ganjeolhaesdeon shiganeul

Nan dashi saenggakhae

da jinagan hannat chueok bboningeol

 

And, Can you smile?

niga weonhajana

Niga barajanha

Nae mam maneuroneun

Neol jabeul suga obtneungabwa

And, Can you smile?

nega galajanha

Nan gwenchanhdajeonha

Majimak neoege

Nan igeot bakken mot junabwa

Taemin pun mulai menyanyikan lagu agar Yun Mi berhenti menangis.

Lampu pun menyala kembali,Taemin menghapus air mata Yun Mi dengan tangannya,saat Taemin melihat muka Yun Mi ia seperti merasakan suatu ikatan..ia merasakan seperti melihat gadis cinta pertamanya itu..

“Yun Mi?”

“Ya?”

“Dulu..beberapa tahun yang lalu,apakah kamu pernah mengalami kecelakaan?”

“Iya..dulu ampir ketabrak truk..”

“Inget ga ada yang nolongin waktu itu?”

“Iya..wae?”

“Orang yang waktu itu nolong kamu itu aku..”

“Ka-mu?”

“Iya..”

“…Go..mawo..taemin shi”

“Cheonmaneyo..panggil taemin saja..eh..ada hal yang mau di katakan Yun Mi..”

“Apa?”

“Sebenarnya..”

“Ya?”

“I like u..when we meet for the first time..”

“Ha?”

“Babo!! Saranghae!!”

“…”

Taemin pun menarik Yun Mi ke dalam pelukannya..dan mengecup pipinya..

“Kim Yun Mi..will u be my girlfriend?”

Yun Mi bingung,ia hanya dapat mengangguk.

Akhirnya Taemin yang dulu pun kembali dan mereka pun bahagia..

 

———————————————————–

[FF] Because We’re Friends

(Indonesian Fanfic)

Because We Are Friends

Cast : – TEEN TOP L.Joe as L.Joe / Lee Byunghun

– Author JackL as Han Song Rim

–  Park So Hee

Genre : Romance

————————————————————-

“Because we’re friends, I can’t do a lot for you….”

 

————————————————————-

Author’s POV

Kring….Kring…

Seorang namja sudah berada di depan sebuah rumah yang cukup besar sambil membawa sepeda.

Tak lama kemudian, keluarlah seorang yeoja imut dari rumah itu. Yeoja itu bertubuh mungil, rambutnya yang cokelat dikuncir dua.

“Bagaimana? Sudah siap memulai semester baru?” tanya namja itu yang bernama Lee Byunghyun alias L.Joe.

“Yap! Kajja!” sahut yeoja itu yang sudah duduk manis di boncengan sepeda L.Joe.

“Chulbal!” sahut L.Joe pada yeoja yang ada di belakangnya yang bernama Han Song Rim.

L.Joe  dan Song Rim sudah berteman sejak kecil. Jarak rumah mereka hanya satu blok.

Setiap pagi, L.Joe selalu menjemput sahabat baiknya itu untuk pergi ke sekolah mereka bersama.

Untungnya perjalanan dari rumah Song Rim ke sekolah hanya membutuhkan waktu 10 menit.

Sampailah mereka di sekolah…

“Gomawo, L-Joe-ah!” sahut Song Rim dengan senyum cerianya.

“Ne, cheonmane. Ayo kita ke kelas!” ajak L.Joe.

Saat di kelas…

“Selamat pagi anak-anak!” kata Jo Sonsaengnim.

“Selamat pagi, sonsaengnim!” sahut murid-murid.

“Bagaimana liburan kalian?” tanya Jo Sonsaengnim

“Senang!” sahut  murid-murid.

“Bagus. Pagi ini, kita kedatangan murid baru dari kota sebelah. Silahkan, So Hee-ssi. Masuk dan perkenalkan dirimu.

“Annyeonghaseyo. Nae ireumeun Park So Hee imnida. Bangapseumnida.” Kata So Hee.

So Hee adalah seorang yeoja yang bertubuh mungil, rambutnya hitam sebahu.

 

L.Joe’s POV

Uwaaa! Kyeopta! Benar-benar sesuai tipeku!

Song Rim’s POV

Waah~ Bisa dapat teman baru nih! Eh tunggu, apa yang L.Joe pikirkan? Kok dia senyum-senyum sendiri sih?

“Ya, L.Joe! Apa yang kau pikirkan?” aku berbisik pada sahabatku itu.

Mwo? Dia ga menoleh sedikit pun! Hanya terus menatap So Hee-ssi.

Aku menyenggol lengannya.

“Awww!” teriak L.Joe.

Aish! Babo! Kenapa dia malah teriak?! Aku menatap L.Joe dengan kesal.

“Hey, kalian berdua yang dibelakang! Lee Byunghyun! Han Song Rim! Kalian keluar!” teriak Jo Sonsaengnim.

“Ne, sonsaengnim.” Sahut kami berdua bersamaan.

Aish! Dasar Lee Byunghyun babo!

Aku melirik ke arah So Hee, dia hanya tersenyum menatap L.Joe dan aku.

Ih! Gara-gara anak itu! Aku jadi dikeluarkan dari kelas!

Saat sudah keluar kelas, aku mengintrogasi sahabatku itu.

“Ya Lee Byunghun! Apa yang kau pikirkan tadi? Gara-gara kau, kita jadi dikeluarkan dari kelas!” kataku.

“Biar sajalah. Ini kan baru hari pertama tahun ajaran baru.” Jawab L.Joe dengan santainya.

“Ya!!!! Tapikan…….”

“Sssstt… Nanti terdengar sonsaengnim. Hehehe. Lagian, anak bari itu lumayan juga. Sesuai tipeku.” Jawab L.Joe sambil tersenyum. Pandangannya menerawang ke langit.

DEG…!

Sesua tipenya katanya? L.Joe, asalkan kau tahu, mendengarmu berkata seperti itu membuat hatiku serasa ditusuk ribuan panah #hiperbola

Kau tahu? Aku sudah menyukai dirimu sejak kau sering membela di depan teman-teman waktu kita masih SD.

Kau pahlawanku, Byunghun-ah. Tapi sepertinya kau tidak tahu perasaanku.

Kau malah berkata hal-hal yang menyakitkan seperti itu.

“Ya, Song Rim-ah! Kau melamun ya?” tanya L.Joe.

“A-ah, t-ti-tidak.” Kataku terbata-bata.

“Ckckck. Dasar kau ini. Melamun saja sudah lucu, apalagi kalau lagi sadar!” L.joe mengacak-ngacak rambutku.

Hatiku semakin sakit ketika dia melakukan itu. Aku hanya bisa memasang senyum palsu.

“Oya, Song Rim. Kau mau membantuku pdkt(?) kan? Aku mau mengetahui So Hee lebih lanjut.” Tanya L.Joe. Dia memasang muka serius.

“M-mwo? Pdkt? Tidak! Aku tidak mau bantu. Sana! Lakukan saja sendiri!” kataku ketus. Lalu aku berjalan menjauhi L.Joe.

“Jangan seperti itu, Song Rim-ah. Ayo! Bantu aku!” L.Joe mengejarku.

Author’s POV

Begitulah ahir pembicaraan mereka berdua di hari pertama tahun ajaran baru.

Ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, L.Joe mulai melakukan aksi pdkt(?)nya pada So Hee.

Awalnya So Hee terlihat malu, tapi lama kelamaan mereka jadi dekat.

Song Rim mulai diabaikan. Setiap pagi, ia tidak pernah mendengar bel sepeda khasnya L.Joe.

Ia mulai kesepian.

Di kelas pun, L.Joe sudah pindah tempat duduk ke sebelah So Hee.

Penderitaan Song Rim pun masih belum selesai.

L.Joe dan So Hee mulai berpacaran. Penderitaan melawan rasa sakit tipa kali melihat So Hee dibonceng L.Joe, melihat L.Joe tertawa bersama So Hee, melihat L.Joe mengacak-ngacak rambut So Hee.

Sungguh menyakitkan.

Tapi, lama kelamaan, So Hee mulai cuek pada L.Joe. Perhatian So Hee pada L.Joe berkurang. Entah dia sudah merasa bosan pada L.Joe atau sudah ada yang menggantikan L.Joe di hati So Hee.

Song Rim tidak tahu.

Yang jelas, perhatian L.Joe tidak pernah berkurang sedikit pun pada So Hee.

Beberapa bulan pun berlalu.

Hari tanggal 23 November.

Hari ulang tahun L.Joe.

Song Rim tidak akan pernah lupa hari itu.

Dia sudah menyiapkan sebuah cake, kado, serta mendekor sebuah bangku taman dekat rumahnya hanya untuk L.Joe.

Song Rim’s POV

Hari ini adalah ulang tahun L.Joe.

Meskipun aku tahu kalau dia sudah punya yeojachingu, tapi aku sebagai sahabatnya, yang masih menyukainya sampai kapanpun, tetap akan merayakan ulang tahunnya.

L.Joe’s POV

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tapi belum ada tanda-tanda So Hee akan memberikan kejutan untukku.

Apa dia lupa? Tidak mungkin.

Dia tidak mungkin lupa.

Tapi akhir-akhir ini dia berubah. Perhatiannya padaku mulai berkurang drastis.

Aku tidak tahu kenapa.

Lebih baik aku menyiapkan pesta untukku sendiri saja.

Jadi kalau So Hee datang, kita bisa langsung merayakannya.

 

Author’s POV
L.Joe menyiapakan pestanya sendiri.

Cake yang dia beli mendadak. Rambut yang dia tata sendiri. Baju pesta yang dia pilih sendiri.

Semua L.Joe siapkan sendiri.

30 menit berlalu……….

1 jam berlalu………

2 jam berlalu………

So Hee tak kunjung datang.

Tiba – tiba……

TING………. TONG………

Bel rumah L.Joe berbunyi.

L.Joe’s POV

Ahirnya! So Hee datang!

Kubuka pintu depan rumah.

Han Song Rim.

Han Song Rim.

Bukan So Hee yang datang, tapi sahabatku, Han Song Rim.

“A-annyeong.” Sapa Song Rim dengan senyum khasnya.

Senyum yang sudah lama tak kulihat.

“Ada kemari? Pakainmu juga rapi sekali.” Tanyaku hati –hati.

“Aku mau membawamu ke suatu tempat.” Kata Song Rim.

Hari ini rambutnya dibiarkan terurai, dan hanya dihiasi bando kecil berwarna soft. Ia memakai mini dress berwarna coklat soft dan sepatu yang senada. Hari ini Song Rim kelihatan cantik dan kyeopta.

Dia membawaku ke taman dekat rumahnya.

Omo! Apa itu? Cake? Dekorasi ulang tahun?

Song Rim-ah, kau masih ingat ulang tahunku.

Gomawoyo, Song Rim-ah~

 

Song Rim’s POV

Sesampai di taman, aku langsung menyanyikan lagu “Saengil Chukkahamnida” sambil membawa cake.

Tak lupa aku nyalakan lilin untuknya.

“L.Joe-ssi, mianhae. Aku hanya bisa membuat pesta ulang tahun kecil-kecilan.” Kataku memasang senyum.

“Gwenchana, Song Rim-ah.” Jawabnya sambil mengacak-ngacak rambutku. Lalu meniup lilin.

“Baiklah! Ayo kita makan cakenya!” teriak L.Joe dengan gembira.

Dia sudah kembali seperti dulu. L.Joe yang kukenal.

Ingin rasanya aku berlari lalu memeluk L.Joe seerat mungkin.

Tapi itu tidak mungkin. L.Joe masih milik So Hee.

 

“Because we’re friends, I can do a lot for you….”

 

——————————————————–THE END———————————————————–

I made this fanfiction for author JackL. Happy reading!

Comment please! Your comment make me happy ^___^

[Fan Fiction] On Rainy Days

Annyeong!

Author Lee here. Ini fanfic pertama author yang author bikin buat author JackL. Mian kalo geje ato jelek. Comment ya!

———————————————————–
Title : On Rainy Days
Genre : Romance
Cast :
– You as Han Song Rim
– Lee Byung Hun [L. Joe]

« Author’s POV »

“Untuk anak-anak kelas 12, bulan depan kalian akan mengadakan acara prom nite. Tiap kelas diharapkan mengirimkan perwakilan untuk menjadi panitia acara ini. Diharapkan partisipasi dari kalian semua. Terima kasih”

Masing-masing anak di kelas itu berdikusi dengan teman-temannya masing-masing. Kelas menjadi gaduh.

“Diam! Kita harus menentukan 2 perwakilan dari kelas ini. Ada yang berminat?”

Kelas mendadak hening, tidak ada satupun yang berani untuk berbicara.

“Park Songsaengnim! Aku mau!”

Suara Lee Byung Hun, anak terpopuler di sekolah itu memecahkan keheningan kelas itu.

“Baik, Byung Hun. Saya menghargai keberanianmu. Nah, kau pilih partnermu!”

Lee Byung Hun melihat ke sekelilingnya.

“Han Song Rim!”

Han Song Rim yang sedari tadi melamun karena merasa tidak akan dipilih terkaget.

“Ne! Nae.. Naega?”

« Song Rim POV »

Kami duduk di salah satu bangku di dalam kelas sepulang sekolah. Aku memandang bingung laki-laki tampan yang sedang tersenyum riang di depanku ini.

“Kenapa kau memilihku?”, tanyaku to the point.

“Aku mau, simple kan? Kenapa? Kau tidak suka?”

“Su.. Andwae! Aku tidak suka!”

Hampir saja aku menyatakan isi hatiku. Sebenarnya aku sudah menyukai Byung Hun sejak masuk SMA ini. Tapi sepertinya ia terlalu sulit untuk digapai karena siswi-siswi yang mengidolakannya hampir 3/4 siswi di sekolah ini.

“Oh yasudah. Ayo kita mulai. Pertama kita harus merencanakan usul kita untuk diajukan di rapat panitia besok.”, ucap Byung Hun tidak peduli dengan jawabanku tadi.

“E.. Em. Iya. Bagaimana jika..”

Pembicaraan kami berlanjut dengan membicarakan prom nite. Kami tidak menyinggung apapun yang bersifat pribadi. Hari mulai sore.

“Eh. Sudah sore, lebih baik kita pulang saja. Kurasa sudah tidak ada yang bisa dibicarakan lagi.”, sela Byung Hun saat aku sedang berbicara tentang dress code untuk prom nite.

“Iya ya, tidak terasa. Baiklah.”

Saat kami berada di lobby sekolah, hujan tiba-tiba turun. Untung saja aku membawa payung.

“Song Rim-ah, apakah kau membawa payung?”

“Iya, aku bawa. Mau ikut?”

“Untunglah! Aku ikut ya!”, ucap Byung Hun dengan senyum khas nya.

Hatiku berdesir melihat senyumnya. Ingin menghilangkan perasaanku, tanpa sadar aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Gwaenchanayo?”

“A.. Ne. Gwaenchana. Ayo kita pergi. Oh iya rumahmu di dekat sini juga kan?”

“Ye. Let’s go!”

Di perjalanan, kami membisu. Aku mendengar senandung kecil Byung Hun.

“Byung Hun-ah, lagu yang kau senandungkan..”

“Ne! Lagu on rainy days! Sangat cocok bukan untuk saat-saat seperti ini? Ayo kita menyanyi bersama.”

Kami pun bernyanyi selama perjalanan. Aku berharap waktu berhenti saat ini. Saat-saat yang tidak akan pernah kulupakan. Tanpa sadar kami sudah sampai di depan rumah Byung Hun.

“Ini rumahku, sampai besok ya. Gomawo atas tumpangan payungnya!”

“Ne! Annyeong!”

Aku pulang ke rumah dengan hati berbunga-bunga. Tanpa terasa sebulan berlalu tanpa ada kejadian yang berarti kecuali saat-saat ketika aku hanya berduaan dengannya.

« Author’s POV »

Malam ini adalah malam prom nite. Sekarang, Song Rim sedang bersiap-siap untuk pergi ke hotel mewah yang dipakai sekolahnya untuk prom nite malam ini.

“Song Rim-ah! Temanmu datang untuk menjemputmu”, eomma Song Rim berteriak dari lantai bawah.

“Ne, eomma! Sebentar!”

Song Rim mengambil tas berwarna biru muda nya. Ia tampak cantik dengan long dress biru muda yang simpel namun tampak mewah dengan ornamen-ornamen yang ditambahkannya sendiri. Ditambah dengan stilletto dengan warna senada. Rambutnya disanggul dengan rambut-rambut halus membingkai wajahnya.

“Byung Hun-ah! Kau sudah menunggu lama?”

« Song Rim POV »

Aku masih bingung dengan kejadian kemarin, mengapa Byung Hun mengajakku untuk menjadi pasangan prom nite nya.

“Hei, Byung Hun-ah!”

“Ne, chagi?”

“Mwo? Mengapa kau memanggilku chagi? Seenaknya saja.”, wajahku memerah.

“Hahaha, kan kita akan menjadi couple untuk malam ini.”

“Ya.. Terserah apa katamu. Ngomong-ngomong, mengapa kau memilihku menjadi pasanganmu? Padahal kan masih banyak perempuan yang lebih cantik dariku?”

“Aku hanya tidak ingin bersusah payah mencari pasangan”, ucap Byung Hun dengan santainya.

Dalam hati, aku merasa kecewa atas jawabannya. Sesampainya di hotel, aku langsung berlari ke arah taman belakang hotel dan duduk terisak-isak. Aku merasa perasaanku dipermainkannya. Byung Hun mengejarku dan ikut duduk di sebelahku.

“Ya! Song Rim-ah! Mengapa kau seperti ini?”

Aku terdiam melihat ke arah kolam yang indah terkena pantulan cahaya bulan, namun tidak terlihat indah olehku.

“Song Rim-ah.. Lihat mataku..”, ucap Byung Hun lembut.

“Ya! Lihat mataku!”, bentaknya.

Karena kaget, aku refleks melihat ke arah matanya.

“Jawab aku.. Kenapa kau seperti ini?”, suaranya melembut.

“A.. Aku hanya tidak mau kau mempermainkan perasaanku!”, ucapku dengan sedikit emosi.

“Tapi aku tidak mempermainkanmu! Sa.. Saranghae.”

Aku kaget dan tidak bisa berkata-kata.

“Aku sudah menyukaimu sejak aku masuk SMA. Kau tahu?”

“Nado saranghae.”, ucapku sangat pelan, hampir tidak terdengar.

“Ne? Aku tidak mendengar.”

“Nado saranghae!”, ucapku setengah berteriak.

Byung Hun mendekat ke arahku dan memelukku. Perlahan-lahan wajahnya mendekat ke wajahku. Ia menciumku dengan lembut. Tiba-tiba hujan turun.

“Wah hujan! Ayo kita pulang saja chagi!”

“Hanya untuk malam ini kah?”

“Andwaeee~ untuk selamanya!”

Layaknya dejavu, kami berjalan pulang dengan satu payung untuk berdua dan menyenandungkan lagu on rainy days.

———————————————————–

Comment pls :p